Artikel

  Kamis, 6 Juni 2021

Pemeriksaan Kehamilan, Haruskah Selalu dengan USG 4 Dimensi?

Ultrasonografi atau USG adalah salah satu metode pencitraan yang umum digunakan untuk memantau kehamilan. Seiring perkembangan teknologi, USG kini tersedia dalam beberapa jenis, yakni USG 2 dimensi, 3 dimensi, dan yang terbaru berupa 4 dimensi (4D).

Setiap jenis USG memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Meski begitu, apakah metode USG 4 dimensi yang paling mutakhir sudah pasti yang terbaik di antara ketiganya? Perlukah ibu hamil memilih USG 4 dimensi dalam pemeriksaan kehamilan rutin?

 

Prosedur USG 4 dimensi

Ultrasonografi dilakukan dengan memantulkan gelombang suara untuk menciptakan gambaran janin di dalam kandungan. Gelombang suara ini dipancarkan oleh alat berbentuk tongkat yang disebut transducer, yang ditempelkan pada perut atau dimasukkan ke dalam vagina.

Gelombang suara akan memantul pada organ-organ internal, cairan, dan tubuh janin. Pantulan ini kemudian diubah menjadi gambar dalam dua, tiga, atau empat dimensi. Dimensi membedakan bentuk gambar yang muncul dan apa saja yang dapat dideteksi.

USG 2D menghasilkan gambar datar berwarna hitam dan putih. Dengan menggerakkan transducer, dokter dapat memperlihatkan berbagai aspek dari organ tubuh ibu dan janin. Gambar datar ini bisa membantu mendiagnosis kecacatan jantung, masalah ginjal, serta gangguan lainnya.

Sementara itu, USG 3D menghasilkan gambar dengan volume dan kedalaman sehingga lebih mirip dengan aslinya. Ini berarti Anda bisa melihat tiap sudut, lekukan, maupun aspek lainnya dari tubuh janin sehingga kelainan struktur pun dapat dideteksi sejak dini.

USG 3D menghasilkan gambar yang statis. Jika Anda ingin mengamati perkembangan janin secara real-time, di sinilah peran USG 4 dimensi dibutuhkan. Anda akan mengamati gambar yang sama dengan USG 3D, tapi kali ini dalam tayangan langsung.

USG 4 dimensi memungkinkan Anda untuk mengamati detak jantung dan aliran darah, hingga mendeteksi kelainan yang mungkin ada, seperti bibir sumbing pada janin. Anda juga dapat mengamati langsung aktivitas dari berbagai organ janin yang tidak tertangkap pada USG 2D dan 3D.

USG 4D umumnya menggunakan transducer USG 2D yang menangkap 20-30 pantulan dengan cepat atau matrix array USG 3D. Berbagai perangkat ini mampu menampilkan gambar yang terus diperbarui, sehingga hasilnya seperti gambar bergerak atau video.

 

Tujuan pemeriksaan USG

Ibu hamil dengan risiko komplikasi rendah disarankan untuk menjalani sedikitnya satu kali pemeriksaan USG selama kehamilan. Jika ibu berusia lebih tua atau memiliki kondisi yang membuat kehamilannya berisiko, pemeriksaan biasanya akan lebih sering dilakukan.

Ini karena USG merupakan pemeriksaan penting yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ibu dan janin pada tiap trimester kehamilan. Berikut berbagai tujuan dari pemeriksaan ini.

  • Memastikan kehamilan dan perkiraan tanggal kelahiran.
  • Memastikan jumlah janin dalam kandungan.
  • Memastikan tidak terjadi kehamilan ektopik.
  • Menentukan jenis kelamin bayi.
  • Mendeteksi masalah pada rahim, ovarium, serviks, atau plasenta.
  • Mendeteksi kecacatan lahir.
  • Mendeteksi dan memantau detak jantung janin.
  • Memantau usia dan perkembangan janin.
  • Memantau posisi janin di dalam rahim.
  • Memantau seberapa banyak cairan ketuban.

Tujuan tersebut tentunya akan tercapai bila ibu hamil melakukan pemeriksaan di tempat yang tepat. Kini telah tersedia berbagai fasilitas untuk melakukan pemeriksaan USG 4D. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memilih fasilitas terbaik.

 

Waktu terbaik menjalani pemeriksaan USG 4 dimensi

Jika Anda memutuskan untuk memilih USG 3D atau 4D, waktu terbaik untuk menjalani prosedur ini adalah pada usia kehamilan ke-27 hingga 32 minggu. Pemeriksaan di luar rentang waktu ini mungkin tidak akan memberikan gambaran yang optimal.

Pada trimester pertama dan kedua, janin belum memiliki cukup lemak di bawah kulitnya sehingga tulang wajahnya akan terlihat. Hal ini akan mempersulit pengamatan bentuk wajah dan pendeteksian kelainan struktur wajah seperti bibir sumbing.

Sementara itu, begitu memasuki usia kehamilan 32 minggu, kepala janin kemungkinan besar sudah berada di dalam panggul untuk persiapan kelahiran. Pada kondisi ini, akan lebih sulit untuk melakukan pengamatan terhadap wajah janin.

Akan tetapi, terdapat pengecualian bagi ibu dengan kehamilan kembar. Pemeriksaan USG 3 atau 4 dimensi sebaiknya dilakukan tidak jauh dari 27 minggu usia kehamilan. Ini bertujuan agar ibu bisa mendapatkan gambaran tiap janin dengan lebih jelas.

Pemeriksaan USG 4 dimensi merupakan pemeriksaan yang aman dan bermanfaat bagi ibu maupun janin. Dalam menjalani pemeriksaan ini, selalu ikuti anjuran dokter agar Anda mendapatkan hasil terbaik dengan risiko efek samping minimal.