Rumah Sakit Delta Surya

Author name: Delta Surya

Edukasi Kesehatan

Makan Daging Tetap Aman dengan 5 Tips Sehat Ini

Daging Bisa Tetap Jadi Bagian dari Pola Makan Seimbang Makan daging sehat bukan berarti harus menghindari daging sepenuhnya. Daging dapat menjadi sumber protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh. Namun, cara memilih, mengolah, dan mengatur porsinya tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya bisa didapat tanpa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Bagi sebagian orang, hidangan daging sering identik dengan makanan berlemak, bersantan, tinggi garam, atau dimasak dengan cara digoreng. Jika dikonsumsi berlebihan, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko keluhan seperti begah, naiknya kolesterol, atau tekanan darah yang tidak stabil. Karena itu, kunci makan daging sehat adalah menjaga keseimbangan, bukan sekadar memperbanyak lauk daging dalam satu piring. 5 Tips Makan Daging Sehat 1. Pilih Bagian Daging yang Lebih Rendah Lemak Langkah pertama untuk makan daging sehat adalah memilih bagian daging yang lebih rendah lemak. Sebelum dimasak, buang lemak yang terlihat menempel pada daging. Jika memilih ayam, lepaskan kulitnya karena bagian tersebut umumnya lebih tinggi lemak. Pilihan daging yang lebih rendah lemak membantu tubuh mendapatkan protein tanpa asupan lemak jenuh yang berlebihan. Cara sederhana ini juga membuat hidangan terasa lebih ringan dan nyaman dikonsumsi. 2. Atur Porsi agar Tidak Berlebihan Makan daging sehat juga perlu memperhatikan porsi. Hindari menjadikan daging sebagai satu-satunya menu utama dalam jumlah besar. Padukan dengan sumber karbohidrat secukupnya, sayur, buah, dan air putih agar komposisi makan lebih seimbang. Prinsip makan daging sehat adalah menikmati daging secukupnya, bukan berlebihan dalam satu waktu. Makan terlalu banyak dapat membuat pencernaan terasa berat, terutama bila daging dimasak dengan santan, minyak berlebih, atau bumbu tinggi garam. 3. Pilih Cara Masak yang Lebih Aman Cara memasak sangat memengaruhi kualitas hidangan. Untuk makan daging sehat, pilih metode seperti direbus, dikukus, dipanggang, ditumis dengan sedikit minyak, atau dimasak menjadi sup. Kurangi kebiasaan menggoreng daging terlalu lama atau memasaknya dengan minyak berulang. Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna. Daging yang matang membantu mengurangi risiko kuman yang masih tersisa. Namun, hindari juga membakar daging sampai gosong karena bagian yang terlalu hangus sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. 4. Batasi Garam, Santan, dan Bumbu Tinggi Lemak Banyak hidangan daging terasa lezat karena menggunakan garam, kecap, penyedap, santan, atau minyak dalam jumlah banyak. Padahal, makan daging sehat perlu memperhatikan bumbu yang digunakan. Gunakan garam secukupnya dan tambahkan rempah alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, daun salam, atau serai untuk memperkaya rasa. Jika ingin menggunakan santan, batasi jumlahnya dan hindari memanaskan berulang kali. Hidangan yang terlalu asin dan berlemak dapat kurang baik bagi orang dengan hipertensi, kolesterol tinggi, atau gangguan metabolik tertentu. 5. Imbangi dengan Sayur, Buah, dan Aktivitas Fisik Makan daging sehat akan lebih optimal bila diimbangi dengan serat dari sayur dan buah. Serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mendukung kesehatan pencernaan. Dalam satu piring, usahakan tetap ada sayuran sebagai pendamping, bukan hanya nasi dan daging. Selain itu, jangan lupa bergerak aktif. Jalan kaki ringan setelah makan, mencukupi kebutuhan cairan, dan tidur yang cukup dapat membantu tubuh tetap bugar. Pola makan yang baik akan lebih bermanfaat bila didukung kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh. Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati? Perhatikan Kondisi Kesehatan Pribadi Makan daging sehat perlu lebih diperhatikan oleh orang yang memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, asam urat, gangguan ginjal, atau riwayat penyakit jantung. Bukan berarti tidak boleh makan daging sama sekali, tetapi porsinya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga kesehatan. Jika setelah makan daging muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak, pusing berat, mual berlebihan, atau keluhan tidak biasa lainnya, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu kondisi semakin berat. Kesimpulan Makan daging tetap bisa aman bila dilakukan dengan cara yang tepat. Pilih bagian rendah lemak, atur porsi, masak hingga matang, batasi garam serta santan, dan imbangi dengan sayur, buah, serta aktivitas fisik. Dengan menerapkan makan daging sehat, Sobat Delta tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa mengabaikan kesehatan tubuh. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Edukasi Kesehatan

Cek Tensi Rutin: 3 Manfaat Baik untuk Cegah Risiko Berbahaya

Mengapa Cek Tensi Rutin Penting? Tekanan darah adalah salah satu tanda penting yang menunjukkan kerja jantung dan pembuluh darah. Sayangnya, banyak orang baru memperhatikannya saat muncul keluhan seperti pusing, leher tegang, mudah lelah, atau dada terasa tidak nyaman. Padahal, tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala khas. Karena itu, cek tensi perlu menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat sedang sakit. Cek tensi rutin membantu Sobat Delta mengetahui apakah tekanan darah berada dalam batas aman atau mulai meningkat. Hasil pengukuran ini dapat menjadi sinyal awal untuk memperbaiki gaya hidup, mengatur pola makan, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan langkah sederhana ini, risiko berbahaya seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal dapat diantisipasi lebih dini. 1. Membantu Deteksi Dini Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Tinggi Bisa Tanpa Gejala Manfaat pertama dari cek tensi adalah membantu mendeteksi tekanan darah tinggi sejak awal. Hipertensi sering disebut silent killer karena dapat terjadi tanpa keluhan yang jelas, tetapi perlahan membebani jantung, pembuluh darah, otak, dan ginjal. Bila tekanan darah hanya diperiksa saat muncul keluhan, kondisi berisiko bisa terlambat diketahui. Dengan cek tensi berkala, perubahan angka tekanan darah dapat dipantau dari waktu ke waktu. Jika hasilnya cenderung meningkat, Sobat Delta dapat segera melakukan evaluasi, seperti mengurangi konsumsi garam, memperbaiki pola tidur, meningkatkan aktivitas fisik, dan memeriksakan diri ke dokter bila diperlukan. 2. Membantu Mengontrol Risiko Komplikasi Angka Tensi Menjadi Pengingat untuk Lebih Waspada Manfaat kedua adalah membantu mengontrol risiko komplikasi. Tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal jantung, gangguan ginjal, hingga gangguan penglihatan. Risiko ini dapat bertambah bila seseorang juga memiliki diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga dengan hipertensi. Cek tensi membuat seseorang lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya. Bagi pasien yang sudah memiliki hipertensi, hasil pengukuran tekanan darah dapat membantu memantau apakah pengobatan dan perubahan gaya hidup berjalan baik. Namun, hasil pengukuran di rumah atau fasilitas kesehatan tetap perlu dikonsultasikan, terutama bila angkanya sering tinggi atau tidak stabil. 3. Mendorong Gaya Hidup Lebih Sehat Kebiasaan Kecil yang Membawa Dampak Besar Manfaat ketiga dari cek tensi adalah mendorong kebiasaan hidup yang lebih sehat. Saat seseorang mengetahui tekanan darahnya mulai naik, biasanya muncul dorongan untuk lebih disiplin menjaga pola makan, mengurangi makanan asin dan tinggi lemak, memperbanyak sayur serta buah, berolahraga, cukup tidur, dan mengelola stres. Cek tensi juga dapat menjadi pengingat rutin bahwa kesehatan perlu dijaga setiap hari. Kebiasaan ini sederhana, cepat, dan tidak membutuhkan persiapan rumit. Namun, manfaatnya besar karena membantu seseorang lebih peka terhadap perubahan tubuhnya sendiri. Cara Melakukan Cek Tensi dengan Benar Perhatikan Waktu dan Kondisi Tubuh Agar hasil lebih akurat, lakukan pengukuran saat tubuh sedang tenang. Duduk dengan posisi nyaman, sandarkan punggung, letakkan kaki di lantai, dan istirahat beberapa menit sebelum pengukuran. Hindari merokok, olahraga berat, kafein, atau aktivitas yang membuat tubuh tegang sebelum pemeriksaan. Gunakan manset sesuai ukuran lengan dan posisikan sejajar dengan jantung. Bila hasil pertama tampak tinggi, jangan langsung panik. Ulangi setelah beberapa menit dalam kondisi lebih tenang. Catat hasil cek tensi, termasuk tanggal dan waktunya, agar pola tekanan darah lebih mudah dievaluasi. Kapan Harus Periksa ke Dokter? Jangan Menunggu Keluhan Berat Segera periksa ke dokter bila tekanan darah sering berada di atas batas normal, disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala berat, penglihatan kabur, kelemahan satu sisi tubuh, atau bicara pelo. Keluhan tersebut perlu mendapat perhatian medis segera. Kesimpulan Cek tensi rutin adalah langkah sederhana untuk mengenali kondisi tubuh, mendeteksi risiko hipertensi, dan mencegah komplikasi berbahaya. Dengan memantau tekanan darah secara berkala, Sobat Delta dapat mengambil keputusan lebih cepat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jangan tunggu sakit, jadikan cek tensi sebagai kebiasaan baik mulai sekarang. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Edukasi Kesehatan

Sering Pusing? Jangan Anggap Sepele

Mengapa Sering Pusing Perlu Diperhatikan? Sering pusing adalah keluhan yang umum dialami banyak orang. Kadang muncul saat bangun tidur, berdiri terlalu cepat, terlambat makan, kurang minum, atau setelah beraktivitas padat. Meski sering dianggap ringan, sering pusing tetap perlu diperhatikan, terutama bila keluhan berulang, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala lain. Pusing dapat terasa berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa kepala ringan, melayang, tidak seimbang, seperti akan pingsan, atau ruangan terasa berputar. Perbedaan sensasi ini penting dikenali karena dapat membantu tenaga kesehatan menelusuri penyebabnya. Karena itu, jangan hanya menahan keluhan, tetapi perhatikan kapan pusing muncul, berapa lama berlangsung, dan apa yang memicunya. Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, kadar gula, atau evaluasi riwayat keluhan dapat memberi gambaran awal mengenai kondisi tubuh. Langkah awal ini membantu keluhan ditangani lebih tepat sejak dini. Penyebab yang Sering Terjadi Dehidrasi dan Pola Makan Tidak Teratur Salah satu penyebab sering pusing adalah kurang cairan. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah dan tekanan darah dapat terganggu sehingga kepala terasa ringan. Kebiasaan melewatkan makan juga dapat membuat kadar gula darah turun dan memicu rasa lemas, gemetar, atau sulit fokus. Kurang Tidur dan Kelelahan Tubuh yang kurang istirahat lebih mudah mengalami keluhan seperti kepala berat, tidak segar, dan sulit berkonsentrasi. Bila sering pusing muncul setelah begadang atau bekerja terlalu lama di depan layar, kemungkinan tubuh sedang memberi tanda bahwa istirahat perlu diperbaiki. Tekanan Darah dan Anemia Tekanan darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menimbulkan rasa pusing. Anemia atau kurang darah juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemah, mudah lelah, berdebar, dan tampak pucat. Kondisi ini perlu diperiksa, terutama bila keluhan sering berulang. Gangguan Telinga Dalam dan Vertigo Sebagian orang mengalami pusing berputar yang memburuk saat mengubah posisi kepala. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan keseimbangan pada telinga dalam. Bila sering pusing terasa seperti ruangan berputar, disertai mual, muntah, atau gangguan keseimbangan, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan. Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan Segera Cari Pertolongan Medis Tidak semua pusing berbahaya, tetapi ada tanda yang perlu diwaspadai. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila pusing muncul mendadak dan sangat berat, disertai nyeri dada, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, wajah mencong, bicara pelo, penglihatan ganda, kejang, demam tinggi, leher kaku, atau sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Keluhan sering pusing juga perlu diperiksa bila berlangsung lama, makin sering, mengganggu pekerjaan, muncul setelah benturan kepala, atau tidak membaik meski sudah cukup istirahat. Pemeriksaan membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan tekanan darah, kadar gula, anemia, gangguan saraf, telinga, mata, obat tertentu, atau kondisi medis lain. Cara Mengurangi Risiko Pusing Berulang Perbaiki Kebiasaan Harian Langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko sering pusing. Cukupi kebutuhan cairan, makan teratur, istirahat yang cukup, dan hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring. Bila banyak bekerja di depan layar, istirahatkan mata secara berkala dan atur pencahayaan ruangan agar tidak terlalu menyilaukan. Olahraga ringan secara rutin juga membantu menjaga kebugaran, sirkulasi darah, dan kualitas tidur. Namun, bila pusing muncul saat berolahraga, hentikan aktivitas terlebih dahulu dan periksa kondisi tubuh. Jangan memaksakan diri, terutama bila keluhan disertai dada berdebar, sesak, atau nyeri dada. Catat Pola Keluhan Mencatat pola sering pusing dapat membantu saat berkonsultasi. Tulis waktu munculnya keluhan, durasi, aktivitas sebelumnya, makanan terakhir, obat yang dikonsumsi, serta gejala penyerta. Informasi ini dapat memudahkan tenaga kesehatan menentukan pemeriksaan yang dibutuhkan. Kesimpulan Sering pusing bukan keluhan yang selalu berbahaya, tetapi juga tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali pemicu, memperbaiki kebiasaan harian, dan memeriksakan diri bila keluhan berulang atau disertai tanda bahaya, penyebab pusing dapat diketahui lebih dini. Bila Sobat Delta mengalami sering pusing yang mengganggu aktivitas, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Tenaga kesehatan sedang memeriksa tekanan darah pasien untuk deteksi hipertensi
Edukasi Kesehatan

Hipertensi: Silent Killer yang Mengintai

Apa Itu Hipertensi? Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara menetap. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak merasakan keluhan apa pun, tetapi kerusakan pada pembuluh darah, jantung, otak, dan ginjal dapat terjadi perlahan. Inilah sebabnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin penting dilakukan, bahkan saat tubuh terasa sehat. Semakin cepat hipertensi diketahui, semakin besar peluang seseorang untuk mengendalikan tekanan darah sebelum muncul komplikasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tekanan darah dipengaruhi oleh kekuatan jantung saat memompa darah dan tahanan pembuluh darah. Bila tekanannya terlalu tinggi dalam waktu lama, organ tubuh harus bekerja lebih berat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, gangguan penglihatan, hingga komplikasi serius lainnya. Mengapa Disebut Silent Killer? Sering Tidak Menimbulkan Gejala Sebagian orang mengira tekanan darah tinggi pasti ditandai dengan sakit kepala, leher tegang, atau pusing. Padahal, hipertensi bisa muncul tanpa tanda yang jelas. Banyak kasus baru diketahui saat seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan, menjalani medical check up, atau sudah mengalami komplikasi. Gejala seperti nyeri kepala, sesak, dada terasa berat, pandangan kabur, atau mudah lelah memang bisa muncul pada sebagian orang. Namun, gejala tersebut tidak selalu spesifik dan tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Cara paling tepat untuk mengetahui kondisi tekanan darah adalah dengan melakukan pengukuran menggunakan alat yang sesuai. Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, serta stres yang tidak dikelola dengan baik. Pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah buah serta sayur juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Di sisi lain, usia, riwayat keluarga, diabetes, dan penyakit ginjal termasuk faktor yang juga perlu diperhatikan. Karena itu, pencegahan hipertensi perlu dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, bukan hanya mengurangi satu jenis makanan saja. Cara Mencegah dan Mengendalikan Mulai dari Kebiasaan Kecil Pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana. Batasi konsumsi garam, perbanyak sayur dan buah, pilih makanan bergizi seimbang, serta kurangi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan olahan. Aktivitas fisik secara teratur juga membantu menjaga tekanan darah, berat badan, dan kesehatan jantung. Selain itu, upayakan tidur yang cukup, berhenti merokok, kelola stres, dan lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Bagi orang yang sudah terdiagnosis hipertensi, perubahan gaya hidup perlu dilakukan bersamaan dengan kepatuhan terhadap anjuran dokter. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi, meskipun tekanan darah sudah terasa membaik. Pentingnya Pemeriksaan Berkala Pemeriksaan tekanan darah tidak harus menunggu sakit. Orang dewasa, terutama yang memiliki faktor risiko, sebaiknya membiasakan diri mengecek tekanan darah secara teratur. Catatan hasil pemeriksaan dapat membantu tenaga kesehatan menilai pola tekanan darah dari waktu ke waktu. Dengan cara ini, hipertensi dapat lebih cepat dikenali dan ditangani sebelum menimbulkan masalah yang lebih berat. Kapan Harus Periksa ke Dokter? Jangan Menunggu Keluhan Berat Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila tekanan darah sering tinggi, memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, atau mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau sakit kepala berat. Keluhan tersebut memerlukan perhatian medis segera. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi hipertensi lebih awal sehingga risiko komplikasi dapat dikurangi. Deteksi dini juga membuat pengobatan dan perubahan gaya hidup bisa dimulai sebelum terjadi kerusakan organ yang lebih berat. Kesimpulan Hipertensi bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Meski sering tidak bergejala, dampaknya bisa sangat serius bila dibiarkan tanpa kontrol. Dengan rutin memeriksa tekanan darah, menjaga pola hidup sehat, dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, risiko komplikasi dapat ditekan. Kenali sejak dini, kendalikan dengan tepat, dan jadikan kesehatan jantung sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Edukasi Kesehatan

Pentingnya Medical Check Up Berkala Sebelum Usia 40 Tahun

Banyak orang menganggap bahwa pemeriksaan kesehatan menyeluruh hanya diperlukan oleh mereka yang sudah lanjut usia atau ketika tubuh mulai merasakan gejala sakit yang mengganggu. Pemikiran seperti ini tentu kurang tepat. Menyadari pentingnya medical check up sejak usia muda, bahkan sebelum menginjak usia 40 tahun, adalah langkah preventif terbaik untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang. Memahami pentingnya medical check up secara berkala membantu kita mencuri start dalam mendeteksi berbagai potensi masalah kesehatan yang sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali pada awalnya. Mendeteksi Ancaman Silent Killer Lebih Awal Mengapa kita harus peduli tentang pentingnya medical check up di usia 20-an atau 30-an? Salah satu alasan utamanya adalah keberadaan berbagai jenis penyakit berbahaya yang dijuluki sebagai silent killer, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes tipe 2. Penyakit kronis ini kerap berkembang di dalam tubuh tanpa menunjukkan tanda-tanda fisik yang nyata. Tanpa melakukan pemeriksaan rutin, Anda mungkin tidak akan pernah menyadari pentingnya medical check up sampai kondisi tersebut mencapai stadium lanjut atau memicu komplikasi serius seperti serangan jantung. Melalui pemeriksaan laboratorium dasar, dokter dapat memberikan penanganan dini sebelum terlambat. Mengimbangi Risiko Gaya Hidup Modern Generasi muda saat ini sangat rentan terhadap paparan stres tinggi, kurang tidur, pola makan instan, dan kurangnya aktivitas fisik akibat tuntutan pekerjaan kantoran yang padat. Di sinilah letak pentingnya medical check up sebagai alarm pengingat bagi kesehatan tubuh kita. Kebiasaan kurang sehat tersebut berkontribusi besar pada meningkatnya kasus penyakit metabolik di kalangan usia produktif. Dengan mengedukasi diri mengenai pentingnya medical check up, kita bisa mendapatkan gambaran objektif mengenai kondisi fungsi organ dalam kita, mulai dari fungsi hati, ginjal, hingga kadar gula darah, sehingga pola hidup bisa segera diperbaiki. Investasi Finansial dan Kesehatan Jangka Panjang Faktor biaya sering kali menjadi alasan utama bagi seseorang untuk menunda melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Padahal, jika kita melihat dari sudut pandang finansial, pentingnya medical check up justru terletak pada efisiensi biaya medis di masa depan. Mengobati penyakit kronis yang sudah parah membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan yang jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan sejak awal. Ketika Anda memahami pentingnya medical check up, Anda sedang melakukan investasi terbaik untuk masa depan sendiri dan keluarga tercinta, memastikan Anda tetap produktif tanpa terbeban masalah kesehatan fatal di kemudian hari. Jenis Pemeriksaan yang Direkomendasikan Bagi usia produktif, memahami pentingnya medical check up berarti tahu jenis pemeriksaan apa saja yang dibutuhkan tubuh. Umumnya, pemeriksaan dasar sebelum memasuki usia 40 tahun mencakup pemeriksaan fisik umum, pengukuran tekanan darah secara berkala, serta pemeriksaan laboratorium lengkap (seperti sel darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, profil lipid kolesterol, dan gula darah puasa). Selain itu, rekam jantung (EKG) dasar sangat membantu mendeteksi aktivitas jantung, sedangkan bagi wanita, pemeriksaan tambahan seperti pap smear sangat dianjurkan untuk deteksi dini kanker serviks. Mengingat pentingnya medical check up tersebut, sebaiknya agenda ini dilakukan setidaknya satu hingga dua tahun sekali. Kesimpulan dan Solusi Sehat Bersama RS Delta Surya Menunda pemeriksaan kesehatan hingga muncul gejala klinis nyata adalah keputusan yang sangat berisiko. Menanamkan kesadaran akan pentingnya medical check up sejak dini adalah bentuk kasih sayang tertinggi terhadap diri sendiri dan keluarga. Jangan tunggu sampai tubuh mengirimkan sinyal sakit parah baru mencari pertolongan medis. RS Delta Surya sangat memahami pentingnya medical check up bagi masyarakat usia produktif. Kami menyediakan berbagai pilihan paket pemeriksaan kesehatan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Anda sebelum usia 40 tahun, didukung oleh tenaga medis profesional serta fasilitas modern. Mari jadikan hidup sehat sebagai prioritas utama dan jadwalkan pemeriksaan berkala Anda di RS Delta Surya sekarang juga demi masa depan yang bugar dan bebas dari rasa cemas. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Ibu memberikan botol air minum kepada anaknya untuk mencegah tanda anak dehidrasi di musim kemarau.
Edukasi Kesehatan

Bunda, Kenali Tanda-Tanda Anak Dehidrasi di Musim Kemarau

Musim kemarau sering kali membawa cuaca ekstrem dengan suhu udara yang sangat menyengat. Bagi orang dewasa, menjaga tubuh tetap terhidrasi mungkin terasa mudah, namun berbeda ceritanya dengan anak-anak. Anak-anak lebih rentan mengalami kekurangan cairan karena metabolisme tubuh mereka yang lebih cepat dan mereka belum peka terhadap rasa haus. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda anak dehidrasi sejak dini agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Rumah Sakit Delta Surya mengimbau para ibu untuk selalu waspada, terutama saat si kecil aktif bermain di luar ruangan dalam kondisi cuaca yang panas terik. Mengenali tanda anak dehidrasi bukan hanya soal melihat apakah mereka haus atau tidak. Dehidrasi pada anak dapat terjadi dengan sangat cepat, bahkan sebelum mereka mengeluh kehausan. Mengapa si kecil lebih rentan? Komposisi tubuh anak terdiri dari persentase air yang lebih besar dibandingkan orang dewasa, sehingga kehilangan sedikit cairan saja bisa berdampak besar. Ketika cairan yang keluar melalui keringat tidak segera digantikan, tubuh mereka akan mulai memunculkan berbagai gejala. Mengetahui tanda anak dehidrasi akan membantu Bunda memberikan penanganan pertama secara tepat dan mencegah komplikasi berbahaya. Berbagai Tanda Anak Dehidrasi yang Harus Diwaspadai Secara umum, gejala kekurangan cairan pada anak dapat dibagi menjadi kategori ringan hingga berat. Berikut adalah beberapa tanda anak dehidrasi tingkat ringan hingga sedang yang biasanya muncul di tahap awal: Jika kondisi di atas dibiarkan tanpa penanganan, anak dapat mengalami kekurangan cairan tingkat berat. Beberapa tanda anak dehidrasi tingkat berat meliputi mata yang tampak cekung, ubun-ubun mencekung (pada bayi), kulit yang tidak langsung kembali normal saat dicubit (turgor kulit menurun), hingga kaki dan tangan yang teraba dingin. Jika Bunda melihat tanda anak dehidrasi yang parah seperti ini, segera bawa anak ke unit gawat darurat. Langkah Pencegahan dan Penanganan di Rumah Setelah memahami berbagai tanda anak dehidrasi, langkah berikutnya adalah melakukan pencegahan. Pastikan si kecil minum air putih secara berkala, jangan menunggu sampai mereka merasa haus. Jika anak bosan dengan air putih, Bunda bisa memberikan buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka atau melon. Batasi pula aktivitas fisik anak di luar ruangan pada jam-jam dengan suhu paling menyengat, biasanya antara pukul 11 siang hingga 3 sore. Namun, jika Bunda sudah melihat adanya tanda anak dehidrasi ringan, segera berikan larutan oralit atau air minum secara bertahap dalam jumlah kecil tetapi sering. Hindari memberikan minuman yang mengandung terlalu banyak gula karena dapat memperburuk kondisi pencernaan anak. Jika tanda anak dehidrasi tidak kunjung membaik atau anak menolak untuk minum, pemeriksaan medis oleh dokter spesialis anak menjadi hal yang mutlak diperlukan. Kapan Harus ke Rumah Sakit Delta Surya? Kesehatan anak adalah prioritas utama. Jangan menunda untuk membawa si kecil ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak kunjung mereda. Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo memiliki tim dokter spesialis anak yang siap memberikan penanganan medis yang cepat dan tepat untuk mengatasi kondisi kekurangan cairan pada buah hati Anda. Dengan deteksi dini dan pemahaman yang baik mengenai tanda anak dehidrasi, Bunda dapat menjaga si kecil tetap ceria, aktif, dan sehat sepanjang musim kemarau ini. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Dokter RS Delta Surya memeriksa tekanan darah pasien sebagai langkah nyata cara mencegah hipertensi.
Edukasi Kesehatan

Jangan Abaikan “Si Pembunuh Senyap”: Cara Mencegah Hipertensi dan Mengontrol

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai “the silent killer” atau si pembunuh senyap. Kondisi ini sering kali berkembang tanpa gejala nyata sampai memicu komplikasi fatal seperti stroke atau serangan jantung. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan cara mencegah hipertensi sejak dini adalah langkah krusial untuk melindungi masa depan Anda serta keluarga tercinta dari risiko penyakit berbahaya ini. Banyak orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya. Seseorang dikategorikan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya secara konsisten berada di angka 130/80 mmHg atau lebih tinggi. Mengingat dampaknya yang merusak organ secara perlahan, jangan menunggu sampai gejala muncul. Mempraktikkan berbagai cara mencegah hipertensi harus dimulai dari sekarang, bahkan saat Anda merasa tubuh sepenuhnya sehat walafiat. Faktor risiko tekanan darah tinggi terbagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat diubah (usia dan genetika) serta yang dapat diubah (gaya hidup). Kita fokus pada faktor yang bisa dikendalikan. Dengan memodifikasi kebiasaan sehari-hari secara disiplin, kita dapat menerapkan langkah cara mencegah hipertensi secara efektif. Memahami faktor-faktor ini mempermudah penyusunan strategi cara mencegah hipertensi yang paling cocok untuk tubuh Anda. Langkah Nyata Mencegah dan Mengontrol Hipertensi Berikut beberapa langkah nyata perubahan gaya hidup sehat yang bisa Anda terapkan: Pentingnya Deteksi Dini di RS Delta Surya Selain mengubah gaya hidup, pemeriksaan berkala adalah bagian tak terpisahkan dari strategi cara mencegah hipertensi. Karena kerap tanpa gejala, satu-satunya cara akurat mengetahui tekanan darah adalah melalui pengukuran rutin. Memahami cara mencegah hipertensi lewat deteksi dini ini dapat menyelamatkan Anda dari risiko komplikasi mendadak. RS Delta Surya hadir menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-Up) yang komprehensif. Didukung dokter spesialis jantung dan pembuluh darah berpengalaman, kami siap memantau kesehatan kardiovaskular Anda. Melalui pemeriksaan rutin di RS Delta Surya, Anda bisa mendapatkan edukasi mendalam mengenai cara mencegah hipertensi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh. Mencegah selalu jauh lebih baik daripada mengobati. Jangan biarkan si pembunuh senyap merenggut kebahagiaan masa tua Anda. Dengan berkomitmen menjalankan berbagai cara mencegah hipertensi di atas serta konsisten melakukan kontrol kesehatan, Anda telah mengambil keputusan besar untuk hidup sehat dan panjang umur. Jika Anda atau keluarga membutuhkan konsultasi mengenai pengelolaan tekanan darah, segera jadwalkan kunjungan ke RS Delta Surya. Tim medis kami siap membantu Anda menerapkan cara mencegah hipertensi secara tepat demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik dan bebas dari komplikasi penyakit kronis. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Tim medis RS Delta Surya melayani pemeriksaan kesehatan gratis di booth CFD Sidoarjo, dikunjungi Wakil Bupati Mimik Idayana
Berita & Kegiatan

RS Delta Surya Hadir di CFD Sidoarjo: Berikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

SIDOARJO – Dalam rangka mendukung gaya hidup sehat warga Sidoarjo, Rumah Sakit Delta Surya turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di pusat kota Sidoarjo pada Minggu, 3 Mei 2026 kemarin. Kehadiran RS Delta Surya disambut antusias oleh masyarakat yang tengah berolahraga pagi. RS Delta Surya menyediakan layanan kesehatan langsung di lokasi melalui booth kesehatan dan unit ambulance yang disiagakan. Layanan utama yang diberikan kepada pengunjung CFD adalah pemeriksaan kesehatan secara gratis, yang meliputi: Guna memberikan pelayanan yang maksimal dan akurat, RS Delta Surya menurunkan tim tenaga kesehatan (nakes) profesional yang terdiri dari dokter, perawat, serta analis kesehatan sebagai tim laboratorium untuk menangani pemeriksaan sampel darah di tempat. Kunjungan Spesial Wakil Bupati Sidoarjo Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Sidoarjo, Ibu Hj. Mimik Idayana, yang menyempatkan diri berkunjung ke booth RS Delta Surya. Dalam kunjungannya, Ibu Mimik memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif rumah sakit dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. “Luar biasa, terima kasih RS Delta Surya atas kontribusinya bagi warga Sidoarjo pagi ini,” ujar Ibu Mimik di sela-sela kunjungannya. Manajemen RS Delta Surya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan tubuh. Dengan hadir langsung di tengah-tengah kegiatan publik seperti CFD, RS Delta Surya berkomitmen untuk terus menjadi mitra kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat Sidoarjo Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga kepada tim medis terbaik kami di Rumah Sakit Delta Surya. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Petugas Samsat Sidoarjo dan Jasa Raharja melayani warga di mobil Samsat Keliling RS Delta Surya
Berita & Kegiatan

Sinergi untuk Negeri: RS Delta Surya Hadirkan Layanan Samsat Keliling Hari Ini

Sidoarjo, 24 April 2026 – Rumah Sakit Delta Surya terus berkomitmen memberikan kemudahan bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek layanan kesehatan, tetapi juga dalam kemudahan administrasi publik. Hari ini, Jum’at, 24 April 2026, RS Delta Surya bekerja sama dengan Jasa Raharja Sidoarjo dan Samsat Sidoarjo Tropodo menyelenggarakan program Samsat Keliling. Kegiatan ini berlangsung di area lingkungan RS Delta Surya mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Bayar Pajak Jadi Lebih Mudah dan Cepat Program kolaborasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian kami terhadap efisiensi waktu para pengunjung, pasien, staf medis, serta warga di sekitar rumah sakit. Kini, Anda tidak perlu lagi mengantre panjang di kantor Samsat pusat. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga kepada tim medis terbaik kami di Rumah Sakit Delta Surya. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Kolase foto petugas wanita RS Delta Surya mengenakan baju adat tradisional dalam rangka memperingati Hari Kartini
Berita & Kegiatan

Kartini Masa Kini: Pancaran Semangat dan Tradisi di RS Delta Surya

Ada pemandangan berbeda di koridor RS Delta Surya pada pagi hari ini. Senyum ramah para petugas medis dan administrasi tampak semakin berseri dengan balutan busana adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Pemandangan indah ini merupakan bagian dari perayaan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan bagi RS Delta Surya. Penggunaan baju adat oleh para petugas perempuan—mulai dari perawat, dokter, hingga staf manajemen—adalah simbol penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menjunjung tinggi emansipasi dan pendidikan bagi kaum perempuan. Melayani dengan Hati, Melestarikan Budaya Meski mengenakan kebaya dan kain tradisional, profesionalisme dalam pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Semangat Kartini tercermin dari bagaimana para tenaga kesehatan perempuan di RS Delta Surya tangguh berdiri di garis depan demi kesembuhan pasien. “Kami ingin menghadirkan nuansa yang lebih hangat dan akrab bagi pasien melalui busana tradisional ini. Sekaligus, kami ingin mengingatkan bahwa perempuan punya peran besar dalam memajukan dunia kesehatan tanpa melupakan akar budayanya,” ujar salah satu perwakilan staf RS Delta Surya. Motivasi Kartini untuk Perempuan Masa Kini Menjadi perempuan hebat tidak berarti harus sempurna dalam segala hal, melainkan berani melangkah untuk membawa perubahan positif. Berikut adalah kutipan penyemangat yang terinspirasi dari jiwa Kartini untuk seluruh perempuan hebat di luar sana: Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat di Indonesia, khususnya bagi para pejuang kesehatan yang tak kenal lelah mengabdi. Tetaplah menjadi pelita yang tak kunjung padam! Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga kepada tim medis terbaik kami di Rumah Sakit Delta Surya. 🔵 Follow Instagram @rsdeltasurya untuk informasi lainnya ✨

Scroll to Top